Halaman Facebook
Banner
Divisi Data LitbangPGRINISNKementerian PendidikanPemda Karanganyar
Statistik

Total Hits : 84981
Pengunjung : 19602
Hari ini : 4
Hits hari ini : 26
Member Online : 1
IP : 54.82.93.116
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

mailrist_ku

Budi Utomo Atau Sarekat Islam? Organisasi Kebangkitan Yang Sebenarnya!

Tanggal : 05/19/2015, 17:18:00, dibaca 536 kali.
Setiap tanggal 20 mei, kita memperingati hari hari kebangkitan nasional. Dipilihnya tanggal itu karena itu merupakan tanggal berdirinya organisasi Budi Utomo. Budi Utomo didirikan di Gedung STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Artsen), Batavia, pada 20 Mei 1908. Organisasi ini didirikan oleh para pegawai negri yang digaji oleh para kolonial belanda.

Sejak awal, anggota Budi Utomo memang tidak mendukung kemerdekaan indonesia. Mereka justru malah menjalin kerjasama dengan belanda. Dalam pasal 2 anggaran dasar Budi Utomo dituliskan bahawa tujuan dari Budi Utomo adalah menggalang kerjasama agar memajukan bangsa jawa dan madura secara harmonis. Karena hal tersebutlah hanya orang-orang yang ningrat jawa madura saja yang bisa bergabung di Budi Utomo. Lalu, kenapa tanggal 20 mei yang dijadikan hari kebangkitan? Mengapa bukan Sarekat Islam? Pada dasarnya Sarekat Islam berdiri lebih dulu dibanding Budi Utomo.

Sarekat Islam didirikan pada tanggal 16 oktober 1905, sementara Budi Utomo 20 mei 1908. Bahkan Sarekat Islamlah yang lebih memperjuangkan kemerdekaan indonesia. Tujuan dari berdirinya Sarekat Islam adalah Islam raya dan indonesia raya. Sifat Sarekat Islam lebih nasionalis dibandingkan dengan Budi Utomo. Bahkan Budi Utomo sendiri merupakan organisasi freemasonry.
Anggota dari Budi Utomo merupakan anggota freemason. Itu sebabnya para anggota Budi Utomo sering menghina dan sangat anti terhadap Islam. Sangatlah aneh jika kita menjadikan tanggal 20 mei sebagai hari kebangkitan nasional yang sebenarnya tanggal berdirinya organisasi yang justru mendukung penjajahan belanda dan sama sekali tidak mencita-citakan indonesia yang merdeka.

Setiap rapat-rapat Budi Utomo, mereka selalu menggunakan bahasa belanda, bukan bahasa indonesia. Dan bahkan mereka hanya membicarakan bagaimana memperbaiki taraf hidup orang Jawa-Madura di bawah pimpinan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, bahkan yang paling parah menjelek-jelakan Islam karena bagi mereka Islam sangat mengganggu gerakan mereka. Berbeda dengan Budi Utomo, keanggotaan Sarekat Islamlebih terbuka dibandingkan Budi Utomo.

Keanggotaan Sarekat Islam terbuka bagi semua rakyat indonesia yang pada saat itu mayoritas Islam. Karena agama kristen identik dengan belanda dan Islam indonesia. Sarekat Islam selalu melawan arus dari gerakan penjajah belanda, tidak seperti Budi Utomo yang mengikuti arus dari belanda. Karena itulah anggota Sarekat Islam banyak yang masuk penjara dan ditembak mati oleh belanda bahkan dibuang ke Digul, Irian barat.
Budi Utomo jauh berbeda, tak ada yang di penjara, di tembak mati, apa lagi dibuang ke Digul. Hari kebangkitan nasional yang sejak dulu kita peringati pada tanggal 20 mei seharusnya di rubah menjadi tanggal 16 Oktober yaitu tanggal berdirinya Sarekat Islam, tapi inilah Indonesia, terlalu banyak peran Islam yang terpendam, dan saatnya kita gali hal itu, agar kebanggaan terhadap Islam ada di hati ini. Dan kebangkitan Islam pun bukan sekedar mimpi.


Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas