Halaman Facebook
Banner
Divisi Data LitbangPGRINISNKementerian PendidikanPemda Karanganyar
Statistik

Total Hits : 80531
Pengunjung : 18006
Hari ini : 10
Hits hari ini : 21
Member Online : 1
IP : 54.224.83.221
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

mailrist_ku

Hardiknas 2015 Jumantono

Tanggal : 05/08/2015, 12:55:06, dibaca 271 kali.

Pada hari sabtu yang lalu bertepatan dengan tanggal 2 Mei 2015. Sudah menjadi kebiasaan bagi bangsa Indonesia terutama insan pendidikan untuk memperingatinya. Bahkan hal ini merupakan suatu keharusan bagi insan pendidikan. SMPN 2 Jumantono termasuk yang mengikuti upacara bendera memperingati Hardiknas ini yang berlokasi di lapangan Ngunut, Jumantono yang berjarak kurang lebih 3 km. Kali ini yang diwajibkan mengikuti upacara di lapangan siswa-siswi kelas VII dan VIII. Sedangkan yang kelas IX masih harus tetap mengikuti pembelajaran untuk persiapan Ujian Nasional yang akan dimulai besok hari senin sampai hari kamis. Upacara juga diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai sekolah yang lain di kecamatan Jumantono.


 



                Upacara Bendera Hardiknas 2015


 














Drumband SD















Drumband SMP















Peserta upacara Hardiknas



Sebelum upacara dimulai, ditampilkan beberapa drumband dari anak-anak PAUD, SD, SMP. Semua menampilkan aksi terbaik mereka, namun ada hal yang sangat disayangkan dalam aksi mereka. Dalam hal ini bukan  karena adanya kesalahan dari anak-anak melainkan lebih dari peran guru pembina anak-anak ini yang telah melatih begitu baik namun telah salah memilihkan lagu bagi mereka semua. Begitu banyak pustaka lagu kita namun sayang sekali yang dipilih mengapa yang tidak sesuai dengan tujuan mendidik anak.


 


Sebagai pembina upacara adalah camat Jumantono yang membacakan sambutan Menteri Pendidikan Bapak Anis Baswedan.


Berikut beberapa penggalan kata dari sambutan tersebut,


"... aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusianya."




"Kita tidak boleh mengikuti jalan berpikir kaum kolonial yang terfokus hanya pada kekayaan alam tetapi melupakan soal kualitas manusia."


"Mari ikut terlibat memajukan pendidikan. Mari kita ikut iuran untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik dari yang berhasil diraih generasi ini. Dan, iuran paling mudah adalah kehadiran. Datangi sekolah, datangi guru, datangi anak-anak pelajar lalu terlibat untuk berbagi, untuk menginspirasi dan terlibat untuk ikut memajukan dunia pendidikan kita. Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik."




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas