Halaman Facebook
Banner
Divisi Data LitbangPGRINISNKementerian PendidikanPemda Karanganyar
Statistik

Total Hits : 80534
Pengunjung : 18006
Hari ini : 10
Hits hari ini : 24
Member Online : 1
IP : 54.224.83.221
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

mailrist_ku

Anies Baswedan: Akses Pendidikan Itu Harus Adil

Tanggal : 04/22/2015, 21:12:36, dibaca 203 kali.

Kabar24.com, JAKARTA— Bila suatu negara ingin maju  maka masyarakatnya harus cerdas. Untuk mencerdaskan masyarakat caranya dengan memberi akses pendidikan yang berkualitas, dan berkeadilan.




“Bukan subsidi yang utama, tapi lebih pada akses pendidikan yang berkualitas. Hal itu saat ini masih terbatas. Akses tersebut bisa terhenti karena kendala ekonomi dan kendala geografis,” kata tokoh pendidikan Profesor Anies Rasyid Baswedan di sela-sela acara Simposium Pendidikan Berkeadilan di Kampus UI Depok, Rabu (30/10).




Rektor Universitas Paramadina ini menuturkan kualitas manusia harus menjadi prioritas utama, karena hal itu terkait dengan karakter dan akhlak seseorang. Jadi bukan hanya sekadar mengejar kompetensi.




Menurut Anis, untuk meningkatkan kualitas manusia butuh pendidikan agar rakyat bisa menjadi cerdas. Untuk itu, katanya, pemerintah perlu mempermudah akses sekolah dari tingkat SD sampai perguruan tinggi ke seluruh daerah. Pendidikan ini juga memenuhi asas keadilan bagi seluruh masyarakat.




“Sekolah ini tidak hanya terpusat di kota-kota besar saja, tapi harus sampai ke pelosok daerah supaya pemerataan pendidikan bisa diterima oleh semua masyarakat,” ujarnya dalam acara yang diselenggarakan oleh Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa bekerja sama dengan BEM Universitas Indonesia.




Ahmad Juwaini, Presiden Direktur Dompet Dhuafa, mengatakan Simposium Pendidikan Berkeadilan ini diikuti oleh ratusan mahasiswa, LSM, dan masyarakat umum ini, tujuannya membahas isu-isu atau permasalahan terkini di bidang pendidikan.


Dia mengatakan sebelum menghelat simposium ini, Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa terlebih dulu menggelar kompetisi Call For Paper Pendidikan Berkeadilan. Dari kompetisi tersebut terjaring karya-karya terbaik yang dipresentasikan pada simposium. (Kabar24.com)




 




 




Editor: Nancy Junita





Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas